Halaman

Tampilkan postingan dengan label asma bronkial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asma bronkial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

SOLUSI DAN OBAT UNTUK ASMA







 SOLUSI ASMA HANYA TRANSFER FACTOR

 Penyakit autoimun adalah disebut sebagai penyakit di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menghasilkan respons yang tidak pantas terhadap jaringan, organ dan selnya sendiri, , yang mengakibatkan kerusakan dan peradangan. Berdasarkan survey dan penelitian lebih lanjut, ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda, dan ini berkisar dari umum untuk penyakit yang sangat langka. Beberapa penyakit autoimun mempengaruhi terutama salah satu bagian tubuh (seperti multiple sclerosis, penyakit tiroid autoimun, diabetes tipe 1) sementara yang lainnya dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh (seperti lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis dan vaskulitis sistemik).
Penyakit autoimun termasuk penyakit umum dan langka
Perhatikan kalimat diatas, “penyakit umun dan langka” sungguh menyedihkan sekali bukan?..
Jadi semakin banyak saja orang yang terkena penyakit-penyakit autoimun, walaupun tergolong penyakit langka.
 
Dari seluruh jenis-jenis penyakit Autoimun, yang termasuk lebih banyak penderitanya di Indonesia adalah ASMA. mulai dari usia balita hingga manula pun banyak yang mengidap penyakit ini.

APA ITU ASMA?
Asma adalah penyakit kronis saluran pernapasan yang membuat sulit bernapas. Dengan asma, ada peradangan di saluran pernapasan yang mengakibatkan penyempitan sementara saluran pernapasan yang membawa oksigen ke paru-paru. Hal ini menyebabkan gejala asma, termasuk batuk, mengi, sesak napas, dan sesak dada. Beberapa orang menyebut asma sebagai Asma Bronkial


 Oleh karena itu hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, akan menyebabkan peradangan dan menimbulkan sesak nafas. Diketahui , gejala awal dari penyakit asma adalah dengan sesak nafas, batuk, dan suara menjadi bengek.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Asma sangat rentan terhadap rangsangan seperti debu, bulu, asap, udara dingin, dan olahraga. Dan keterangan lebih lengkap tentang Penyebab Penyakit Asma baca berikut ini

Penyebab Penyakit Asma
Bawaan atau Turunan
•    Jika di dalam sebuah keluarga ada yang mengidap penyakit asma, maka kemungkinan besar keturunannya akan berakibat juga. Dan penyakit ini tidak menular, melainkan melalui keturunan.
Udara Dingin
•    Suhu yang dingin akan mengakibatkan timbulnya penyakit asma. Sperti cuaca hujan, penggunaan AC dengan suhu yang tinggi dan di daerah-daerah pegunungan.
Makanan
•    Makanan yang mengandung kadar MSG dan pengawet tinggi sangatlah untuk di jauhi, salah satunya seperti kacang-kacangan, minuman es atau dingin, dan coklat.
Faktor Linkungan
•    Lingkungan penuh debu, kotor, dan asap merupakan tempat awalnya timbul penyakit asma. Karena hal tersebut sangat mengganggu dan sensi sekali dengan paru-paru. Oleh sebab itu kami sarankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan anda dari kotor-kotor dan tentunya menjaga pola hidup yang sehat dan bersih.
Gejala Penyakit asma
Batuk
•    Batuk dari asma seringkali memburuk pada malam hari atau pagi hari, sehingga sulit untuk tidur. Kadang-kadang batuk adalah gejala satu-satunya. Kadang-kadang batuk membawa lendir atau dahak.
Mengi
•    Desah adalah suara siulan melengking atau ketika Anda bernapas.
Dada sesak
•    Hal ini dapat merasa seperti ada sesuatu yang meremas atau duduk di dada Anda.
Sesak napas
•    Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa menangkap nafas mereka, atau mereka merasa sesak napas, atau kehabisan napas. Anda mungkin merasa seperti Anda tidak bisa mendapatkan cukup udara keluar dari paru-paru Anda.

TANYA JAWAB TENTANG ASMA
TANYA:
Saya mempunyai anak perempuan (anak pertama) lahir pada tanggal 28 Oktober 1997. Anak saya mempunyai penyakit keturunan yaitu asma, yang diketahui sejak umur 18 bulan. Asma ini berasal (kira kira) dari ibunya 90% dan dari saya bapaknya 10%. Pada bulan Maret 2007 anak saya pucat sekali (muka kuning, bibir putih, telapak tangan dan kaki pucat), kemudian kita putuskan dibawa/dirawat ke RS.
Dari hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa hasil USG anak saya ada gangguan di Hati dan empedu. Cek darah, HB-nya rendah dan akhirnya dokter di RS tersebut memvonis, bahwa anak saya penderita “AIHA” (AUTOIMMUNE HEMOLITYC AQUIRED). Pada Maret 2007 ditransfusi 7 kantong darah, Maret 2008 12 kantong darah ((HB 2.2) April 2009, 4 kantong darah (DB dan HB 5.0) dan sekarang Agutus 2009, 4 kantong darah (HB 4.2). Darah yang ditransfusikan adalah darah yang diambil dari PMI dengan status DARAH CUCI. (jika bukan darah cuci, suhu badan bisa mencapai 41-42 derajat). Yang ingin saya tanyakan : Apakah AIHA bisa disembuhkan? Apakah Somerol hanya satu satunya obat penecegahan dari hemolityc? Apakah efek samping Someral tersebut? Bagaimana pencegahan (menimalisir) efek samping tersebut? Adakah obat lain (herbal) untuk penyembuhan, khususnya hati dan empedu tersebut? Adakah saran lain? Atas perhatian diucapkan terima kasih.

JAWAB:
Berikut jawaban saya terhadap pertanyaan yang Anda ajukan.
Semua penyakit yang tergolong autoimmune tidak bisa disembuhkan. Penyakitnya sendiri berada di dalam darah yang mengalami perubahan sifat. Ada zat yang merusakan sel darahnya sendiri. Sedang sel darah terus dibentuk setiap kali habis umurnya. Obat yang Anda sebut itu tergolong corticosteroid yang kerjanya untuk meredam reaksi autoimmune di dalam tubuh. Hanya itu yang mungkin dilakukan pada kasus autoimmune, selain ada juga jenis obat golongan lain untuk maksud yang sama. Saya tidak boleh menyebutkannya di ruang ini. Ya, setiap obat tentu ada efek samping. Tergantung seberapa masalah dan mudaratnya, maka secara demikian pilihan obat dotetapkan. Jika mudaratnya, maka secara demikian pilihan obat dotetapkan. Jika mudaratnya lebih kecil dibanding masalahnya, maka obat dipilih. Ya, efek samping tak bisa dicegah atau diminimalisasikan.jadi, sistem imunnya yang sebaiknya ditenangkan, saat ini ada sebuah terobosan terbaik dalam dunia medis yaitu TRANSFER FACTOR,
Apa itu TRANSFER FACTOR?
Adalah molekul pintar yg ditemukan oleh Prof dr Sherwood Lawrence pd thn 1949,
yang mana bisa berfungsi utk mningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga 437%.
keunikan Transfer factor adalah :
1 Dipatenkan dan diakui Dunia
2 Terdaftar dalam PDR (Physician desk Refference) atau buku rujukan resep para dokter.
3 Aman bagi bayi baru lahir hingga manula,juga utk ibu hamil.
4 yang terbaik utk org sehat maupun sakit hingga stadium lanjut sekalipun.


Fungsi TF (Transfer Factor) dalam tubuh :
mampu mendidik sistem imun, agar dpt mngenali segala macam Virus,Kuman,parasit,bakteri,jamur dll, juga mampu mngaktifkan NK Cell (sistem imun) utk menyerang sel2 jahat contohnya Kanker,tumor dan penyakit lainnya.
satu lagi..TF bisa menenangkan sistem imun agar berada dalam keadaan standby, tidak under active atau autoimun, yg jelas tentunya bisa mngakibatkan penyakit2 autoimun seperti; Alergi,Lupus,eksim,asam urat dll.
Transfer Factor diproduksi dari susu awal sapi yg diambil dari colostrum tapi tanpa IGg( Anti body hewan) jadi jelas tidak mnyebabkan alergi, juga diambil dari inti kuning telur ayam.
menurut Penelitian dan uji KlinisJeunesse inc institute of Longevity medicine California USA, Transfer factor30x lebih kuat dari :
Spirulina
Royal jelly
Alfalfa
Green tea
Wheat grass
Ginko
Gotu gola
grape seed
Maca
Ginseng
Chlorella
Chlorophyl
Bee Propolis

Nah ada 3 pokok kehebatan Transfer Factor yg tidak dimiliki product lain
1 mengenali/mendidik sistem imun agar tau mana musuh mana lawan.
2 merangsang keaktifan imun kita utk berkeliling dlm tubuh dan mencari lalu membasmi penyakit.
3 menenangkan sistem imun agar tidak terlalu lemah dan terlalu aktif, jika sistem imun kita terlalu aktif akan timbul penyakit yg disebut autoimun.. dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri, dan hasilnya tentu penyakit2 seperti :
Lupus,alergi,tyroid,anemia,addison,diabetes tipe 1, radang sendi,eksim,multiple sclerosis, miningitis dll.
penyakit2 akibat lemah imun yaitu :
Kanker,tumor,tifus,demam berdarah,HIV/aids dll
oleh sebab itu segera beri Transfer factor utk keluarga tercinta,krn aman dan terbaik utk bayi usia 1 hari sekalipun hingga manula..baik sehat maupun sakit stadium lanjut.






http://www.youtube.com/watch?v=RJLQFgY6HJ0&feature=share
 Untuk informasi tentang TRANSFER FACTOR, dan pemesanan hubungi



Bambang Chaerudin
085814776555
Pin BB 3166F252



solusi dan obat asma, transfer factor, hanya transfer factor, apa itu asma, asma bronkial, penyebab asma, gejala asma, tanya jawab tentang asma, fungsi transfer factor dalam tubuh, autisme, miningitis, migrain, psoriasis, autoimun, obat autoimun,









SOLUSI DAN OBAT PENYAKIT ASMA ADALAH TRANSFER FACTOR









 SOLUSI ASMA HANYA TRANSFER FACTOR


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUvbt8u3jjn_kgLVfbHkI0EGraqdiIxdH0DjD67MSJ-cOhqu9i5uPApaGzCOQzdkokuYDjg9erBrw4zybKdjqbi7Chs3J6YHKuoQqULCXYbznrUSPrmBB99cRpDcdrQXgjIDYWwr-focIB/s320/Bayi+sakit+asma.jpgPenyakit autoimun adalah disebut sebagai penyakit di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menghasilkan respons yang tidak pantas terhadap jaringan, organ dan selnya sendiri, , yang mengakibatkan kerusakan dan peradangan. Berdasarkan survey dan penelitian lebih lanjut, ada lebih dari 80 penyakit autoimun yang berbeda, dan ini berkisar dari umum untuk penyakit yang sangat langka. Beberapa penyakit autoimun mempengaruhi terutama salah satu bagian tubuh (seperti multiple sclerosis, penyakit tiroid autoimun, diabetes tipe 1) sementara yang lainnya dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh (seperti lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis dan vaskulitis sistemik).
Penyakit autoimun termasuk penyakit umum dan langka
Perhatikan kalimat diatas, “penyakit umun dan langka” sungguh menyedihkan sekali bukan?..
Jadi semakin banyak saja orang yang terkena penyakit-penyakit autoimun, walaupun tergolong penyakit langka.
 Transfer Factor adalah obat asma
Dari seluruh jenis-jenis penyakit Autoimun, yang termasuk lebih banyak penderitanya di Indonesia adalah ASMA. mulai dari usia balita hingga manula pun banyak yang mengidap penyakit ini. 

APA ITU ASMA?



Asmaadalah penyakit kronis saluran pernapasan yang membuat sulit bernapas. Dengan asma, ada peradangan di saluran pernapasan yang mengakibatkan penyempitan sementara saluran pernapasan yang membawa oksigen ke paru-paru. Hal ini menyebabkan gejala asma, termasuk batuk, mengi, sesak napas, dan sesak dada. Beberapa orang menyebut asma sebagai Asma Bronkial


Penyakit Asma, Penyebab, Gejala dan Obatnya Oleh karena itu hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, akan menyebabkan peradangan dan menimbulkan sesak nafas. Diketahui , gejala awal dari penyakit asma adalah dengan sesak nafas, batuk, dan suara menjadi bengek.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Asma sangat rentan terhadap rangsangan seperti debu, bulu, asap, udara dingin, dan olahraga. Dan keterangan lebih lengkap tentang Penyebab Penyakit Asma baca berikut ini

 

Penyebab Penyakit Asma

Bawaan atau Turunan
  • Jika di dalam sebuah keluarga ada yang mengidap penyakit asma, maka kemungkinan besar keturunannya akan berakibat juga. Dan penyakit ini tidak menular, melainkan melalui keturunan.
Udara Dingin
  • Suhu yang dingin akan mengakibatkan timbulnya penyakit asma. Sperti cuaca hujan, penggunaan AC dengan suhu yang tinggi dan di daerah-daerah pegunungan.
Makanan
  • Makanan yang mengandung kadar MSG dan pengawet tinggi sangatlah untuk di jauhi, salah satunya seperti kacang-kacangan, minuman es atau dingin, dan coklat.
Faktor Linkungan
  • Lingkungan penuh debu, kotor, dan asap merupakan tempat awalnya timbul penyakit asma. Karena hal tersebut sangat mengganggu dan sensi sekali dengan paru-paru. Oleh sebab itu kami sarankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan anda dari kotor-kotor dan tentunya menjaga pola hidup yang sehat dan bersih.

Gejala Penyakit asma

Batuk
  • Batuk dari asma seringkali memburuk pada malam hari atau pagi hari, sehingga sulit untuk tidur. Kadang-kadang batuk adalah gejala satu-satunya. Kadang-kadang batuk membawa lendir atau dahak.
Mengi
  • Desah adalah suara siulan melengking atau ketika Anda bernapas.
Dada sesak
  • Hal ini dapat merasa seperti ada sesuatu yang meremas atau duduk di dada Anda.
Sesak napas
  • Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa menangkap nafas mereka, atau mereka merasa sesak napas, atau kehabisan napas. Anda mungkin merasa seperti Anda tidak bisa mendapatkan cukup udara keluar dari paru-paru Anda.



TANYA JAWAB TENTANG ASMA

TANYA:

Saya mempunyai anak perempuan (anak pertama) lahir pada tanggal 28 Oktober 1997. Anak saya mempunyai penyakit keturunan yaitu asma, yang diketahui sejak umur 18 bulan. Asma ini berasal (kira kira) dari ibunya 90% dan dari saya bapaknya 10%. Pada bulan Maret 2007 anak saya pucat sekali (muka kuning, bibir putih, telapak tangan dan kaki pucat), kemudian kita putuskan dibawa/dirawat ke RS.Dari hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa hasil USG anak saya ada gangguan di Hati dan empedu. Cek darah, HB-nya rendah dan akhirnya dokter di RS tersebut memvonis, bahwa anak saya penderita “AIHA” (AUTOIMMUNE HEMOLITYC AQUIRED). Pada Maret 2007 ditransfusi 7 kantong darah, Maret 2008 12 kantong darah ((HB 2.2) April 2009, 4 kantong darah (DB dan HB 5.0) dan sekarang Agutus 2009, 4 kantong darah (HB 4.2). Darah yang ditransfusikan adalah darah yang diambil dari PMI dengan status DARAH CUCI. (jika bukan darah cuci, suhu badan bisa mencapai 41-42 derajat). Yang ingin saya tanyakan : Apakah AIHA bisa disembuhkan? Apakah Somerol hanya satu satunya obat penecegahan dari hemolityc? Apakah efek samping Someral tersebut? Bagaimana pencegahan (menimalisir) efek samping tersebut? Adakah obat lain (herbal) untuk penyembuhan, khususnya hati dan empedu tersebut? Adakah saran lain? Atas perhatian diucapkan terima kasih.


JAWAB:
Berikut jawaban saya terhadap pertanyaan yang Anda ajukan.
Semua penyakit yang tergolong autoimmune tidak bisa disembuhkan. Penyakitnya sendiri berada di dalam darah yang mengalami perubahan sifat. Ada zat yang merusakan sel darahnya sendiri. Sedang sel darah terus dibentuk setiap kali habis umurnya. Obat yang Anda sebut itu tergolong corticosteroid yang kerjanya untuk meredam reaksi autoimmune di dalam tubuh. Hanya itu yang mungkin dilakukan pada kasus autoimmune, selain ada juga jenis obat golongan lain untuk maksud yang sama. Saya tidak boleh menyebutkannya di ruang ini. Ya, setiap obat tentu ada efek samping. Tergantung seberapa masalah dan mudaratnya, maka secara demikian pilihan obat dotetapkan. Jika mudaratnya, maka secara demikian pilihan obat dotetapkan. Jika mudaratnya lebih kecil dibanding masalahnya, maka obat dipilih. Ya, efek samping tak bisa dicegah atau diminimalisasikan.jadi, sistem imunnya yang sebaiknya ditenangkan, saat ini ada sebuah terobosan terbaik dalam dunia medis yaitu TRANSFER FACTOR,
Apa itu TRANSFER FACTOR?Adalah molekul pintar yg ditemukan oleh Prof dr Sherwood Lawrence pd thn 1949,
yang mana bisa berfungsi utk mningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga 437%.
keunikan Transfer factor adalah :
1 Dipatenkan dan diakui Dunia
2 Terdaftar dalam PDR (Physician desk Refference) atau buku rujukan resep para dokter.
3 Aman bagi bayi baru lahir hingga manula,juga utk ibu hamil.
4 yang terbaik utk org sehat maupun sakit hingga stadium lanjut sekalipun.




Fungsi TF (Transfer Factor) dalam tubuh :

mampu mendidik sistem imun, agar dpt mngenali segala macam Virus,Kuman,parasit,bakteri,jamur dll, juga mampu mngaktifkan NK Cell (sistem imun) utk menyerang sel2 jahat contohnya Kanker,tumor dan penyakit lainnya.
satu lagi..TF bisa menenangkan sistem imun agar berada dalam keadaan standby, tidak under active atau autoimun, yg jelas tentunya bisa mngakibatkan penyakit2 autoimun seperti; Alergi,Lupus,eksim,asam urat dll. Transfer Factor diproduksi dari susu awal sapi yg diambil dari colostrum tapi tanpa IGg( Anti body hewan) jadi jelas tidak mnyebabkan alergi, juga diambil dari inti kuning telur ayam.
menurut Penelitian dan uji KlinisJeunesse inc institute of Longevity medicine California USA, Transfer factor30x lebih kuat dari :
Spirulina
Royal jelly
Alfalfa
Green tea
Wheat grass
Ginko
Gotu gola
grape seed
Maca
Ginseng
Chlorella
Chlorophyl
Bee Propolis


Nah ada 3 pokok kehebatan Transfer Factor yg tidak dimiliki product lain

1 mengenali/mendidik sistem imun agar tau mana musuh mana lawan.
2 merangsang keaktifan imun kita utk berkeliling dlm tubuh dan mencari lalu membasmi penyakit.
3 menenangkan sistem imun agar tidak terlalu lemah dan terlalu aktif, jika sistem imun kita terlalu aktif akan timbul penyakit yg disebut autoimun.. dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri, dan hasilnya tentu penyakit2 seperti :
Lupus,alergi,tyroid,anemia,addison,diabetes tipe 1, radang sendi,eksim,multiple sclerosis, miningitis dll.
penyakit2 akibat lemah imun yaitu :
Kanker,tumor,tifus,demam berdarah,HIV/aids dll

oleh sebab itu segera beri Transfer factor utk keluarga tercinta,krn aman dan terbaik utk bayi usia 1 hari sekalipun hingga manula..baik sehat maupun sakit stadium lanjut.







 Untuk informasi tentang TRANSFER FACTOR, dan pemesanan hubungi
 
 
Qd Johannes de Britto STf: 
087788724386) 
pin BB 2761BB11)



Minggu, 28 Juli 2013

APAKAH ALERGI ITU MEMATIKAN?



APAKAH BENAR ALERGI ITU MEMATIKAN?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfr9kNydXID7I96hi9n6TKxdIvgQva6lZ4N3cvtoUo3RBx-WkBQPQM_bDb6uS7H2kINUxKxUDxkTEKApNgv0auFz3lPEKGdOFXD8iClvoqSB0DbKTiCTxMAJHWrIrXpf2hZ0XBWlhqfUvK/s200/urticaria.jpg


Jangan pernah sekalipun menyepelekan penyakit-penyakit yang termasuk dalam kategori alergi dan imunologi. Seluruh tubuh merasa nyeri atau sesak napas. Jangan pula merasa tidak terjadi apa-apa jika tiba-tiba hidung gatal, tersumbat, kulit melepuh serta akhirnya menimbulkan kematian. Itu semua merupa­kan bagian kecil dari gejala penyakit-penyakit alergi dan imunologi.

Jenis penyakit alergi dan imunologi sangat beragam. Asma merupakan kasus yang relatif paling sering ditemui akhir-akhir ini, diikuti rinitis alergi, dan urtikaria kronik. Jenis alergi lain yang tak kalah pentingnya adalah reaksi alergi obat. Sementara dalam bidang imunologi, terdapat penyakit autoimun, khususnya Lupus Eritematosis Sistemik (LES).
Sementara dari penyakit imunodefisiensi, salah satunya yang terkenal adalah penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Dalam artikel ini juga akan dikemukakan pentingnya imunisasi pada orang dewasa.




Penyakit Alergi   
Berikut beberapa penyakit dalam lingkup alergi:
1. Asma Bronkial
Masalah yang paling utama pada asma adalah sering tak terdiagnosis atau pengobatan tak ade­kuat. Pasien mengobati sendiri, pemahaman dan pengetahuan mengenai asma yang kurang serta beberapa mitos atau salah persepsi mengenai asma.
Tak jarang dijumpai rasa sesak disangka penyakit jantung, atau batuk-batuk kronis yang disebabkan penyakit bronkitis atau sukar tidur karena insomnia. Keluhan batuk atau sesak saja bukan monopoli penyakit asma. Beberapa penyakit atau keadaan dapat menyerupai asma, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) bronkitis kronik dan emfisema; infeksi paru; sinusitis paranasal; tuberkulosis; refluks gastroesofageal dan penyakit jantung seperti gagal jantung. Diagnosis tepat mengarahkan pengobatan yang tepat.

Dalam praktiknya sering dijumpai pasien mengobati dirinya sendiri. Mereka menggunakan obat semprot pelega (inhaler) untuk mengatasi gejala asmanya. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru akan memperburuk gejala asma dan akan makin sering mendapat serangan asma.
Hal yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan penderita obat anti inflamasi, menghindari faktor pencetus serangan, dan mendapatkan edukasi. Edukasi bertujuan agar pemahaman dan pengetahuan pasien mengenai asma dan penyebabnya menjadi lebih baik. Pengetahuan inilah yang akan mempermudah komunikasi dengan dokter, dan memahami mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. 
Beberapa mitos yang dijumpai di masyarakat, diantaranya, 
  • obat semprot berbahaya untuk jantung.
  • hanya dipakai untuk asma yang berat. 
  • Pemakaian obat asma secara teratur akan menyebabkan kecanduan (adiksi).

 Mitos-mitos itu tidak benar.  

  

Apakah asma bisa sembuh? Sejujurnya, tak ada obat yang dapat menyembuhkan asma. Dengan diagnosis dan peng­obatan yang tepat penderita asma dapat menjalani hidup dengan normal (pasien harus mematuhi instruksi, dan kontrol dokter. Ia pun wajib memakai obat pengontrol secara teratur. KECUALI..

Jika sistem imun tubuhnya ditenangkan, terkendali dan terdidik dengan baik..bagaimana caranya?.. dengan mengkonsumsi Transfer factor dengan rutin. nah apa itu Transfer Factor?

 
Adalah molekul pintar yg ditemukan oleh Prof dr Sherwood Lawrence pd thn 1949,
yang mana bisa berfungsi utk mningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga 437%.
keunikan Transfer factor adalah :
1 Dipatenkan dan diakui Dunia
2 Terdaftar dalam PDR (Physician desk Refference) atau buku rujukan resep para dokter.
3 Aman bagi bayi baru lahir hingga manula,juga utk ibu hamil.
4 yang terbaik utk org sehat maupun sakit hingga stadium lanjut sekalipun.




Fungsi TF (Transfer Factor) dalam tubuh :
mampu mendidik sistem imun, agar dpt mngenali segala macam Virus,Kuman,parasit,bakteri,jamur dll, juga mampu mngaktifkan NK Cell (sistem imun) utk menyerang sel2 jahat contohnya Kanker,tumor dan penyakit lainnya.
satu lagi..TF bisa menenangkan sistem imun agar berada dalam keadaan standby, tidak under active atau autoimun, yg jelas tentunya bisa mngakibatkan penyakit2 autoimun seperti; Alergi,Lupus,eksim,asam urat dll.

Transfer Factor diproduksi dari susu awal sapi yg diambil dari colostrum tapi tanpa IGg( Anti body hewan) jadi jelas tidak mnyebabkan alergi, juga diambil dari inti kuning telur ayam.

menurut Penelitian dan uji KlinisJeunesse inc institute of Longevity medicine California USA, Transfer factor30x lebih kuat dari :
Spirulina
Royal jelly
Alfalfa
Green tea
Wheat grass
Ginko
Gotu gola
grape seed
Maca
Ginseng
Chlorella
Chlorophyl
Bee Propolis


Nah ada 3 pokok kehebatan Transfer Factor yg tidak dimiliki product lain

1 mengenali/mendidik sistem imun agar tau mana musuh mana lawan.
2 merangsang keaktifan imun kita utk berkeliling dlm tubuh dan mencari lalu membasmi penyakit.
3 menenangkan sistem imun agar tidak terlalu lemah dan terlalu aktif, jika sistem imun kita terlalu aktif akan timbul penyakit yg disebut autoimun.. dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri, dan hasilnya tentu penyakit2 seperti :
Lupus,alergi,tyroid,anemia,addison,diabetes tipe 1, radang sendi,eksim,multiple sclerosis, miningitis dll.
penyakit2 akibat lemah imun yaitu :
Kanker,tumor,tifus,demam berdarah,HIV/aids dll

oleh sebab itu segera beri Transfer factor utk keluarga tercinta,krn aman dan terbaik utk bayi usia 1 hari sekalipun hingga manula..baik sehat maupun sakit stadium lanjut.
Photo
segera hubungi saya untuk mengetahui apa itu Transfer Factor


Bambang Chaerudin
085814776555
Pin BB 3166F252

Mitos lainnya yang juga tidak dapat  dipertanggung­jawab­kan kebenarannya adalah: mengobati asma jika muncul gejala saja. Asma akan hilang dengan sendirinya menjelang dewasa. Penderita asma masih boleh merokok. Stress penyebab asma. Penderita asma tak boleh berolah raga, dan lain-lain.        
Layaknya penyakit hipertensi, atau diabetes tak dapat disembuhkan, manajemen penyakit asma saat ini berdasarkan Kontrol Asma. Panduan manajemen asma internasional berdasarkan Global Initiative for Asthma (GINA) menekan­kan pentingnya kontrol asma. Sekali asma terkontrol, kecil kemungkinan untuk mendapat serangan asma, apalagi sampai memerlukan perawatan rumah sakit. Meskipun pandu­an GINA tersebut telah diedarkan secara luas, kenyataannya, sebagian besar pasien asma belum atau bahkan tidak terkontrol. Oleh karenanya peran dokter yang mengobati asma sangat penting dalam memberikan edukasi kepada pasien. Tak hanya itu. Dokter pun memberikan pengobatan yang profesional sehingga pasien dapat secara optimal menikmati hidupnya.


2. Rinitis Alergi
Rinitis alergi merupakan salah satu bentuk rinitis yang mekanisme­nya secara umum melalui sistem imun,  atau IgE secara khusus. Prevalensinya berkisar antara 10-15% dari masyarakat. Pen­deritanya pun beragam, mulai dari usia anak hingga dewasa. Gejalanya dapat berupa rinorea, hidung gatal, bersin dan hi­dung tersumbat. Terkadang disertai rasa gatal di mata. Akibatnya, mengganggu kualitas hidup penderitanya. Seperti, gangguan tidur, gangguan aktivitas, hingga absen dari sekolah atau pekerjaan. Berdasarkan lama dan seringnya gejala rinitis dapat diklasifikasikan sebagai rinitis alergi intermiten atau persisten. Dikatakan rinitis intermiten bila gejala berlangsung kurang dari empat hari per minggu dan lamanya kurang dari empat minggu. Sedangkan rinitis persisten gejala berlangsung lebih dari empat hari/ minggu dan lamanya lebih dari empat ming­gu. Derajatnya dikatakan sedang atau berat bila gejalanya menggangu kualitas hidup penderitanya. Yang perlu diwas­padai adalah komplikasi terjadinya sinusitis, polip hidung, dan gangguan pendengaran.        
Rinitis alergi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya asma. Sering pasien baru datang ke dokter jika telah terjadi komplikasi. Dengan pengobatan yang baik, gejala rinitis dapat terkontrol. Sehingga kualitas hidup penderitanya meningkat kembali dan menjalani hidup layaknya orang normal.

3. Alergi Obat
Seiring pertumbuhan obat-obat baru untuk tujuan diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit maka terjadinya reaksi simpang obat pun meningkat. Reaksi simpang obat didefinisikan sebagai respons yang tidak diinginkan pada pemberian obat dalam dosis terapi, diagnosis, dan profilaksis. Reaksi alergi obat adalah reaksi simpang obat yang mekanismenya melalui reaksi imunologis. Kejadian reaksi alergi obat diperkirakan 6-10% dari reaksi simpang obat. Dalam praktek tidak mudah menentukan sistem imun terlibat. Banyak kejadian yang gejalanya mirip atau serupa dengan gejala alergi, tetapi mekanismenya bukan alergi seperti sesak napas atau angioderma karena aspirin atau anti inflamasi non steroid (AINS), maka diperkenalkan istilah hipersensitivitas obat.        
Alergi obat perlu dipahami oleh tenaga kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemberian obat. Hal ini terkait dengan masalah mediko-legal, terutama bila kejadiannya dianggap merugikan pasien, sehingga pasien atau keluarganya dapat menuntut dokter, petugas kesehatan lain atau rumah sakit.        
Gejala alergi obat sangat bervariasi. Gejala paling sering adalah gejala kulit, mulai dari eritema, urtikaria, pruritus, angioedema, vesikula, bula hingga kulit melepuh. Gejala lain yang lebih jarang, misalnya sesak nafas, pusing hingga pingsan, seperti pada anafilaksis. Dapat juga terjadi anemia, gangguan fungsi hati atau ginjal.        
Komplikasi alergi obat yang paling berbahaya adalah anafilaksis, disusul dengan Steven Johnson Syndrome, nekrosis epidermal toksik, dan Drug Rash Eosinophilia and Systemic Symptoms (DRESS).        
Klinik Alergi RS Medistra memberikan pela­yan­an penyuluhan bagi pasien untuk menghindari terjadinya reaksi alergi obat di masa mendatang, mengobati reaksi alergi obat yang terjadi, dan uji diagnosis alergi obat. 
Tes Kulit. Sebenarnya hanya sedikit jenis obat yang dapat dipakai untuk tes kulit. Hal ini dikarena­kan obat setelah masuk ke dalam tubuh akan meng­alami metabolisme. Hasil metabolisme atau metabolit umumnya belum diketahui kecuali penisilin. Selanjutnya metabolit akan berikatan de­ngan protein tubuh, untuk kemudian menimbulkan reaksi alergi.
Tes kulit obat-obat lainnya belum pernah divalidasi, sehingga hasilnya kurang dapat dipercaya. Sebagai contoh, hasil tes kulit terhadap cefalosporin negatif tetapi sewaktu diberikan, pasien mengalami anafilaksis. Ada dua jenis tes kulit untuk alergi obat, yaitu tes tusuk, dan intra kutan untuk reaksi alergi obat fase cepat dan tes tempel untuk reaksi alergi obat fase lambat. Tetapi kembali lagi kedua tes di atas tidak dapat dipercaya sepenuhnya.  
Tes Provokasi Obat. Tes ini merupakan baku emas untuk menentukan adanya reaksi alergi obat. Karena dapat menyebabkan reaksi yang serius, tes ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli dalam bidang ini dan dilakukan di rumah sakit. 
Tes Laboratorium. Sampai sejauh ini baru dalam tahap pe­nelitian dan hanya terhadap obat yang terbatas. Seperti halnya tes lain, tes invitro ini lebih spesifik tetapi tidak sensitif. Sehingga banyak negatif palsu. Yang paling penting dalam reaksi alergi obat adalah pencegahan. Jadi dalam memberikan obat indikasi pemberian harus tepat, kemudian dipastikan tidak pernah mengalami reaksi alergi obat yang akan diberikan. Selanjutnya selalu waspada dan siap bertindak bila terjadi alergi obat.

4. Urtikaria dan Angioderma
Urtikaria ditandai kelainan kulit berupa bentol, kemerahan, dan ga­tal. Dikatakan urtikaria akut jika gejala berlangsung kurang dari enam minggu dan sebabnya jelas. Sedangkan urtikaria kronik jika gejala berlangsung lebih dari enam minggu, bahkan bisa sampai 20 tahun. Umumnya pasien yang datang ke poli alergi adalah urtikaria kronik.        
Umumnya pasien telah lama berobat ke berbagai dokter baik umum maupun spesialis, sehingga pasien merasa jengkel karena urtikarianya tidak sembuh-sembuh. Sebagian besar urtikaria kronik penyebabnya tidak diketahui sehingga pengobatan bisa berlangsung lama. Bila sebabnya diketahui, mungkin gejalanya dapat dihilangkan. Angioderma menyerupai urtikaria, tetapi mengenai jaringan kulit yang lebih dalam. Gejala sering tidak gatal tetapi te­rasa sakit. Umumnya mengenai mukosa mata, bibir atau kemaluan. Bila mengenai daerah trakea atau bronkus, seperti pada reaksi anafilaksis dapat membahayakan nyawa pasien.
5. Lupus Eritematosus Sistemik (LES)
LES merupakan salah satu penyakit autoimun. Karena bersifat sistemik, auto-antibodi menyerang beberapa organ, baik secara bersamaan atau berurutan. Radang sendi merupakan gejala yang tersering, tetapi demam yang berkepanjangan juga merupakan salah satu gejala lupus. Gejala seperti kemerahan di wajah, sariawan, anemia, lekopeni atau trambositopeni merupakan petunjuk ke arah LES. Proteinuria dan hematuria sampai kepada efusi pleura atau perikard tidak jarang dijumpai. Kelainan neorologi atau psikitrik dapat disebabkan LES. Makin dini diagnosis, dan makin cepat diobati, diharapkan komplikasi yang serius dapat dihindari.
6. Penyakit Imunodefisiensi
Penyakit imunodefisiensi bisa didapat sejak lahir, atau setelah dewasa. Berbagai penyakit atau keadaan seperti pemakaian obat dapat menyebabkan imunodefisiensi. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu penyebab imunodefisiensi yang dikenal dengan AIDS. Umumnya pasien datang dalam keadaan sudah lanjut karena infeksi oportunistik, padahal semakin awal penyakit diketahui dan diobati semakin baik prognosisnya. Penyakit-penyakit kronis lainnya seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronis, sirosis hati, dan PPOK dapat menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, meningkatkan daya tahan tubuh sangat diperlukan, agar terhindar dari bahaya penyakit infeksi.
Imunisasi Dewasa
Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit yang paling efektif, contohnya penyakit cacar (variola) telah lama hilang dari muka bumi, sedangkan kasus-kasus polio dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah dijumpai lagi. Program imunisasi selama ini diwajibkan untuk anak, dan hasilnya sangat memuaskan.         
Pertanyaan mengapa orang dewasa memerlukan vak­sinasi, jawabannya adalah imunisasi dapat menurunkan kejadian sakit, perawatan rumah sakit atau meninggal dunia karena penyakit-penyakit infeksi. Pemberian vaksin influenza pada orang dewasa usia < 65 tahun menurunkan insidensi influenza se­besar 70-90%, pada orang usia lanjut menyebabkan penurunan insidensi kasus influenza 30-40%, perawatan rumah sakit 50-60% dan penurunan angka kematian sebesar 70-100%. Vaksin pneumokok efektivitasnya sekitar 60-64%, hepatitis B 80-95%, dan MMR 90-95%.       
Keberhasilan imunisasi menyebabkan biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit menjadi lebih hemat. Peranan imunisasi  sama pentingnya dengan olahraga dan diet dalam menjaga ke­sehatan tetapi sering dilupakan. Jenis vaksin yang di rekomendasikan orang dewasa antara lain influenza, pneumokok (infeksi paru), varicella, human papiloma virus (untuk mencegah kanker leher rahim), hepatitis A & B, dan Measles, Mumps and Rubella (MMR), serta tetanus, difteri & pertusis (TDaP).       
Siapa saja yang perlu mendapat imunisasi? Tentu saja imunisasi direkomendasikan kepada semua orang dewasa, tetapi khususnya kepada orang-orang yang berisiko seperti orang-orang lanjut usia, pasien imunodefisiensi, penyakit paru kronis, penyakit jantung, diabetes dan penyakit ginjal kronis.
nah, Imunisasi yang terbaik saat ini adalah dengan Transfer factor,.karena mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia hingga 437%, nah hubungi segera untuk informasi lebih tentang molekul yang sangat luar biasa ini.

TRANSFER FACTOR